Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II Hancurkan Permukiman di Biak Numfor


BIAK NUMFOR, TERAS NASIONAL NEWS
– Sebuah peristiwa mengerikan mengguncang Kabupaten Biak Numfor, Papua, pasalnya ledakan dahsyat terjadi di tengah kawasan permukiman padat penduduk yang terletak di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota. Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, benda yang meledak dipastikan merupakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang telah tertimbun puluhan tahun di bawah bangunan rumah warga.
 
Peristiwa peledakan benda berbahaya tersebut terjadi pada hari Minggu, 31 Mei 2026, namun rincian data kerugian dan korban baru dirilis secara lengkap oleh pihak berwenang pada Senin (1/6/2026). Ledakan yang memiliki kekuatan sangat besar itu mampu merobohkan struktur bangunan dan merusak rumah-rumah yang berada di radius sekitar lokasi kejadian.
 
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari kepolisian dan tim penanganan bencana, dampak dari ledakan tersebut sangat memilukan, dengan rincian sebagai berikut:
✅ Sebanyak 5 orang meninggal dunia yang dipastikan merupakan satu keluarga pemilik rumah, sementara 3 orang lainnya masih dalam proses pencarian karena diduga tertimbun puing-puing bangunan.
✅ Sebanyak 19 warga lainnya menderita luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka berat, dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit terdekat.
✅ Sebanyak 55 jiwa yang terdiri dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka tidak lagi layak huni.
✅ Sebanyak 12 unit rumah mengalami kerusakan, di mana 9 di antaranya hancur total atau rusak berat hingga tidak dapat ditempati kembali.
 
Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa benda peledak tersebut sebenarnya sudah berada di lokasi sejak puluhan tahun lalu, namun baru ditemukan belakangan ini dan disimpan di bagian bawah rumah panggung warga tanpa disadari bahaya yang mengancam nyawa.
 
Menyusul peristiwa itu, pihak kepolisian segera mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengecekan menyeluruh. Di lokasi kejadian, tim juga kembali menemukan satu butir granat aktif lain yang masih utuh dan berbahaya. Granat tersebut kemudian diamankan dan diledakkan secara terkontrol di tempat yang aman agar tidak membahayakan warga sekitar.
 
Hingga berita ini diturunkan, wilayah sekitar lokasi kejadian masih disterilkan total dan dijaga ketat oleh aparat keamanan. Langkah ini diambil karena dikhawatirkan masih terdapat benda-benda peledak lain yang tertinggal di tanah sekitar pemukiman warga.
 
Pemerintah daerah bersama kepolisian setempat kembali mengimbau dan meminta kepada seluruh masyarakat di wilayah Papua agar selalu berhati-hati dan waspada. Apabila menemukan benda asing yang mencurigakan, bentuknya tidak dikenal, atau berkarat yang diduga merupakan sisa persenjataan perang, warga dilarang keras menyentuh, memindahkan, atau menyimpannya, serta wajib segera melaporkan ke pihak berwajib agar ditangani oleh tim ahli.

(Redaksi TNN)



Komentar

Berita Terpopuler

Kepala Puskesmas Sobang Sigap Berikan Pembinaan kepada Jajaran

Kepala BPP Kecamatan Sobang Bersinergi dengan Petani Jagung Tingkatkan Sembada Pangan

Luapan Air Tambak Udang di Kertajaya Resahkan Warga, Dikhawatirkan Cemari Lingkungan dan Rusak Fasilitas Umum

BPPKB 98 Se‑Kabupaten Pandeglang Gelar Silaturahmi Akbar, Perkuat Solidaritas dan Sinergi Organisasi

LPAI Banten Kawal Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kecamatan Kopo, Serang

Persiapan TMMD Ke-129 TA 2026: Kodim 0601/Pandeglang Tinjau Lokasi Sasaran di Desa Sinarjaya

Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Mulai 10 April 2026