Presiden Prabowo Beri Taklimat 1.095 Perwira TNI-Polri: Jaga Kedaulatan, Dekat ke Rakyat
JAKARTA, (TNN) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan strategis dan taklimat penting kepada 1.095 perwira siswa TNI dan Polri yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan dua tugas pokok utama: menjaga kedaulatan negara sepenuhnya, serta senantiasa hadir dan dekat di hati masyarakat.
Kegiatan pembekalan ini dihadiri langsung oleh Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Staf Angkatan, serta jajaran pimpinan tinggi kementerian pertahanan dan keamanan. Kehadiran Presiden menjadi momen bersejarah untuk menyatukan visi seluruh elemen pertahanan dan keamanan dalam menghadapi dinamika tantangan negara ke depan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Polri tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan di garis depan, tetapi juga sebagai garda terdepan pelayanan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau mengingatkan, kekuatan besar yang dimiliki aparat keamanan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan rasa cinta tanah air.
“Saudara-saudara adalah pemimpin masa depan pertahanan dan keamanan negara. Saya ingatkan kembali tugas pokok kalian: pertama, jaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai tetes darah penghabisan. Kedua, jadilah kekuatan yang dekat dengan rakyat, kekuatan yang menenangkan, bukan kekuatan yang menakutkan. Jangan pernah memisahkan diri dari masyarakat, karena di sanalah akar kekuatan kita berada,” tegas Presiden di hadapan para perwira.
Lebih lanjut, Kepala Negara meminta seluruh perwira yang sedang menempuh pendidikan untuk terus meningkatkan profesionalisme, wawasan, dan kedisiplinan. Menurutnya, tantangan zaman semakin kompleks, tidak lagi hanya ancaman militer, tetapi juga ancaman non-militer seperti bencana alam, keamanan siber, hingga tantangan ekonomi dan sosial budaya. Oleh karena itu, kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki setiap prajurit dan anggota Polri.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan, kelengkapan alat peralatan pertahanan dan keamanan, serta kualitas pendidikan bagi seluruh anggota TNI dan Polri. Hal ini dilakukan agar aparat negara memiliki kemampuan setara dengan kekuatan pertahanan modern dunia, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa.
“Negara ini akan terus membesarkan kekuatan saudara, akan terus menyejahterakan saudara. Tapi ingat, segala fasilitas dan kepercayaan yang diberikan negara harus dibalas dengan pengabdian yang tulus, jujur, dan berani. Tidak ada tempat bagi oknum yang merusak nama baik institusi dan merugikan rakyat,” tambahnya dengan tegas.
Sementara itu, Panglima TNI dalam laporannya menyampaikan bahwa pendidikan di Seskoad dan lembaga sejenis bertujuan mencetak pemimpin yang tidak hanya cakap dalam strategi militer, tetapi juga paham akan tugas pembangunan dan pemeliharaan keamanan demi stabilitas nasional.
Para perwira peserta pendidikan yang menerima taklimat ini berasal dari berbagai matra TNI dan kesatuan Polri. Setelah lulus, mereka akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar, untuk mengemban amanah menjaga kedaulatan dan melayani masyarakat.
Acara ini ditutup dengan peninjauan langsung Presiden terhadap fasilitas pendidikan serta pemberian semangat kepada seluruh prajurit dan pengajar di lingkungan Seskoad. Langkah ini menjadi bukti nyata perhatian tinggi pimpinan negara terhadap kualitas sumber daya manusia aparat keamanan, sebagai kunci kokohnya pertahanan Indonesia.
(Tim Redaksi Teras Nasional News )



Komentar
Posting Komentar