Petir Sambar Rumah Lansia di Cigorondong, Korban Mengalami Luka di Pundak
PANDEGLANG, (TNN) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir yang melanda wilayah Kecamatan Sumur, Pandeglang, mengakibatkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan setelah tersambar petir pada Sabtu sore (25/04/2026).
Insiden tersebut menimpa kediaman milik Abah Saripin (71), seorang lansia sebatang kara warga Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah yang didominasi material kayu dan bambu (bilik) tersebut mengalami kerusakan Yang Cukup parah.
Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, kekuatan sambaran petir membuat isi rumah Abah Saripin berantakan, tiang kayu, bilik hingga lantai yang terbuat dari pelupuh bambu menjadi sasaran petir. Puing-puing material yang runtuh sempat mengenai pundak Abah Iping hingga menyebabkan luka perdarahan.
"Kondisinya cukup parah, kayu-kayu terlihat seperti dibelah kapak dan bilik-bilik rumah berserakan," ujar salah seorang warga dalam sebuah rekaman video di lokasi kejadian. Saat ini, warga setempat berharap adanya perhatian dan bantuan perbaikan dari pemerintah setempat mengingat kondisi rumah yang sudah tidak layak huni.
Kepala Desa Cigorondong, Aljani, membenarkan adanya musibah yang menimpa salah satu warganya tersebut. Ia menyatakan telah menerima laporan kerusakan meski saat ini dirinya sedang berada di luar daerah bersama keluarga.
"Benar, kami sudah mendapatkan informasinya. Saat ini saya masih di Padarincang, Ciomas, dalam acara keluarga," ujar Aljani saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Aljani berkomitmen untuk segera meninjau lokasi dan melihat kondisi korban secara langsung pada hari Senin mendatang. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak desa sebenarnya sudah berencana melakukan perbaikan pada rumah Abah Iping bahkan sebelum musibah ini terjadi.
"Memang sudah masuk rencana kami untuk membantu perbaikan rumah beliau. Hari Senin begitu sampai, saya langsung turun ke rumah Abah Saripin," pungkasnya.
Info dari warga setempat, rumah Abah Saripin hasil dari Gotong royong warga, dan beliau hidup sebatang kara.
Kontributor: (Arnan)
Redaksi: (TNN)

Komentar
Posting Komentar