Menuju Sekolah Berujung Celaka, Guru Terjatuh di Jalan Licin Desa Pada Suka

PANDEGLANG (Teras Nasional News) – Tragedi memilukan kembali terjadi di sektor infrastruktur pedesaan, menimpa seorang tenaga pendidik yang berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Ahmad Hodiri, seorang guru di SD Rahong, mengalami kecelakaan tunggal akibat buruknya kondisi jalan di Desa Pada Suka, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Jum'at (10/04/2026).

Insiden ini terjadi saat Ahmad Hodiri sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk mengajar. Kondisi jalan yang licin dan rusak parah menyebabkan kendaraan trail yang dikendarainya tergelincir, menyebabkan dirinya terjatuh keras. Akibat kejadian tersebut, Ahmad Hodiri mengalami cedera pada bagian sendi kaki dan sendi tangan yang menghambat aktivitasnya sebagai tenaga pendidik.

Ditemui usai kejadian, Ahmad Hodiri mengungkapkan bahwa kondisi jalan menuju sekolah memang sudah sangat lama menjadi keluhan masyarakat dan tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa setiap hari mereka harus menghadapi risiko keselamatan demi menunaikan tugas negara.

"Kami menjalankan tugas negara untuk mencerdaskan anak bangsa, tetapi terkendala oleh akses jalan yang rusak dan licin. Setiap hari kami menghadapi risiko kecelakaan," ujar Ahmad Hodiri dengan nada penuh kerisauan.

Buruknya kondisi jalan ini bukanlah masalah baru. Berdasarkan penuturan warga setempat, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat untuk menuju pemukiman, sekolah SD Rahong, serta pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Sangat ironis, warga menyebut kerusakan jalan ini telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan dari pemerintah daerah. Keterabaikan ini bahkan membuat masyarakat terpaksa memperbaiki jembatan penyeberangan di jalur tersebut secara swadaya.

Kondisi infrastruktur yang membahayakan ini memicu kritik keras dari warga terhadap pemerintah daerah yang dinilai abai. Mereka mendesak agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut sebelum korban lain berjatuhan.

Gani, salah satu warga, menyampaikan harapannya dengan nada tegas.

"Ini jalan satu-satunya akses kami menuju kampung, sekolah, dan pasar. Kami mohon pemerintah segera memperhatikan kondisi ini. Jangan hanya datang saat butuh suara rakyat ketika pemilihan, setelah terpilih lalu melupakan kami," tegasnya.

Peristiwa yang dialami Ahmad Hodiri ini menjadi peringatan serius mengenai ketimpangan pembangunan infrastruktur yang berpotensi melumpuhkan proses pendidikan dan mengancam keselamatan warga pedesaan. Warga masyarakat menagih komitmen pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan nyata demi masa depan anak-anak bangsa dan keselamatan publik.

Penulis: Ahmad Ruskanda 

Editor: Jefri Ireng 

Komentar

Berita Terpopuler

Ledakan Dahsyat SPBE di Cimuning Bekasi, Belasan Orang Luka-Luka dan Puluhan Rumah Terdampak

Pemerintah Putuskan Harga BBM Tidak Naik Per April 2026, Simak Rinciannya

Pemerintah targetkan pembatasan BBM subsidi rampung Mei, harga tiket pesawat mulai melambung

Sambut Aspirasi Warga, PLN ULP Labuan Geser Tiang Listrik di Akses Sekolah dan Masjid Cimanggu

DETIK-DETIK MENCEKAM: Plafon RSUD Berkah Pandeglang Ambruk, Pasien Berhamburan Selamatkan Diri!

GWI Desak Pemkab Pandeglang Usut Dugaan Rangkap Jabatan ASN dan PPPK di BPD