Harga Kedelai Impor Tembus Rp11.000, Kelangsungan Produksi Tahu-Tempe Terancam


JAKARTA, (TNN) – Gelombang kenaikan harga komoditas global kembali memukul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air. Memasuki April 2026, harga kedelai impor di berbagai daerah dilaporkan melonjak signifikan hingga menembus angka psikologis Rp11.000 per kilogram.

Kenaikan ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan harga pada Maret 2026 yang masih bertengger di kisaran Rp9.500 hingga Rp10.000 per kilogram. Lonjakan sebesar Rp1.000 - Rp1.500 dalam waktu singkat ini memicu kekhawatiran serius di tingkat produsen skala rumah tangga, mengingat kedelai impor masih menjadi tulang punggung bahan baku utama yang sulit digantikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua faktor krusial yang mengerek harga kacang kedelai. Pertama, eskalasi ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok logistik laut internasional. Kedua, fluktuasi nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS, sehingga secara otomatis membengkakkan biaya impor.

Intervensi Pemerintah dan Strategi Pengrajin Merespons kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyatakan tengah mengupayakan langkah intervensi. Pemerintah menargetkan agar harga di tingkat pasar tidak melampaui ambang batas kritis Rp12.000 per kilogram guna mencegah efek domino yang lebih luas.

Di lapangan, para pengrajin mulai memutar otak agar tetap bisa berproduksi meski margin keuntungan kian menipis. Strategi paling populer saat ini adalah mengurangi ukuran produk tanpa menaikkan harga jual di pasar.
"Kalau harga dinaikkan, pembeli pasti lari. Terpaksa ukuran tempe kami kurangi sedikit, yang penting dapur tetap ngebul dan karyawan tidak dirumahkan," ujar Ilham, salah satu pengrajin tempe saat ditemui tim redaksi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dikabarkan akan segera memanggil para importir kedelai untuk memastikan ketersediaan stok nasional. Di sisi lain, pemerintah didesak untuk segera memberikan subsidi harga atau bantuan kepada kelompok pengrajin tahu-tempe guna menjaga stabilitas pangan nasional.

Kenaikan harga kedelai ini menjadi ujian berat bagi ketahanan pangan rakyat kecil, mengingat tahu dan tempe adalah sumber protein termurah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Red: {TNN}

Komentar

Berita Terpopuler

Proyek Gorong-Gorong di Jalan Sumur-Panimbang Makan Korban, Minim Rambu Pengaman Jadi Pemicu

`

Kuasa Hukum LBH Jatramada Akan Ajukan Gugatan terhadap PT GAL Terkait Tanah Milik Warga Desa Cimanis Seluas 14,5 Hektar

Selamat Jalan Bung Oji Fachruroji: Sosok Santun dengan Semangat Dedikasi Tinggi

Sebanyak 6.051 KPM di Kecamatan Sumur Menerima Bantuan Pangan Nasional Tahap 1

Ledakan Dahsyat SPBE di Cimuning Bekasi, Belasan Orang Luka-Luka dan Puluhan Rumah Terdampak

Diduga Beroperasi Sebelum SOP Rampung, Tokoh Masyarakat Soroti SPPG Kecamatan Sobang

Luapan Air Tambak Udang di Kertajaya Resahkan Warga, Dikhawatirkan Cemari Lingkungan dan Rusak Fasilitas Umum