Bekas Gedung Madrasah Diniyah di Tanah Swadaya Warga Kini Terbengkalai, Ditempati Hewan
PANDEGLANG, (TNN) – Bangunan yang Diduga bekas Madrasah Diniyah (MD) tepatnya di Sumur Adem RT 08/04 Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, kini tampak memprihatinkan, tidak terawat, dan mulai rusak. Menurut info warga, Lokasi tempat berdiri bangunan ini diketahui berada di atas tanah hasil swadaya dan iuran dari warga masyarakat setempat.
Sejak kegiatan belajar dihentikan dan gedung ditinggalkan kosong pada tahun 2018 lalu, kerusakan perlahan namun terus terjadi. Kini, bangunan yang seharusnya menjadi aset pendidikan tersebut justru dimanfaatkan sebagai tempat berteduh bagi kambing dan ayam-ayam yang berkeliaran.
Berbagai kerusakan terlihat nyata di sejumlah ruangan, mulai dari atap pecah, dinding retak, cat mengelupas, hingga plafon bagian atas yang sudah hancur. Selain itu, perlengkapan penunjang belajar pun turut lenyap, di mana bangku-bangku sekolah yang dulunya ada kini sudah tidak terlihat lagi dan hilang entah ke mana.
Dahulunya, tempat ini ramai dengan aktivitas pendidikan agama dan digunakan secara aktif dalam kurun waktu tahun 2013 hingga tahun 2018. "Entah apa penyebabnya aktivitas belajar mengajar bisa terhenti begitu saja," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat 5 Juni 2026.
Warga sangat berharap bangunan ini segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Masyarakat sangat mendambakan bangunan ini dapat difungsikan kembali, baik sebagai sarana pendidikan, tempat pengajian anak-anak, maupun fasilitas umum lainnya yang berguna dan membawa manfaat nyata bagi kemaslahatan warga di lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Redaksi masih terus mendalami dan menggali informasi lebih lanjut terkait sumber anggaran pembangunan serta penyebab dihentikannya secara tiba-tiba kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut.
Apabila terdapat perkembangan informasi terbaru maupun hal-hal yang belum terungkap, Redaksi akan kembali menyajikannya dalam pemberitaan lanjutan.
(Reporter: Junaedi)
(Redaksi: TNN)



Komentar