Presiden Prabowo Sampaikan Arah Ekonomi 2027 di DPR: Target Pertumbuhan 6,5 Persen dan Kestabilan Rupiah
Fakta Utuh, Berita Akurat,
JAKARTA – Teras Nasional News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027. Dalam pidatonya, Kepala Negara menegaskan target utama pemerintah: pertumbuhan ekonomi hingga 6,5 persen, pengendalian inflasi tetap rendah, serta menjaga nilai tukar Rupiah di kisaran Rp17.000–Rp17.500 per Dolar AS pada akhir tahun depan.
Prabowo menjelaskan bahwa fondasi kebijakan ini dibangun atas semangat Pasal 33 UUD 1945, di mana ekonomi dikerahkan demi kemakmuran rakyat sebesar-besarnya. Ia mengakui tantangan besar masih ada, mulai dari tekanan ekonomi global, fluktuasi harga pangan dan energi, hingga aliran modal yang tidak menentu. Namun, pemerintah meyakini dengan reformasi birokrasi, efisiensi belanja negara, dan penguatan sektor riil, target tersebut sangat mungkin dicapai.
“Saya minta seluruh menteri, kepala lembaga, dan jajaran pemerintah tidak bekerja biasa saja. Kita harus bergerak cepat, memotong birokrasi yang lambat, dan pastikan setiap rupiah negara jatuh tepat ke tangan rakyat yang membutuhkan,” tegas Prabowo di hadapan pimpinan DPR, MPR, dan para anggota dewan.
Dalam rincian kebijakan, pemerintah juga menegaskan komitmen melanjutkan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan kualitas kesehatan, serta penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Merah Putih. Anggaran untuk program prioritas tetap aman, namun akan dikelola lebih ketat dan transparan agar tidak ada kebocoran.
Presiden juga menyoroti pentingnya hilirisasi sumber daya alam. Melalui Peraturan Pemerintah baru, ekspor bahan mentah akan dibatasi dan wajib diolah di dalam negeri, sehingga nilai tambah dan lapangan kerja bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Indonesia. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri sekaligus memperkuat industri nasional.
Hingga akhir pidato, Presiden Prabowo menegaskan bahwa stabilitas politik dan keamanan adalah kunci keberhasilan ekonomi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa bersatu, menyingkirkan perdebatan yang tidak perlu, dan fokus membangun Indonesia yang maju, adil, dan makmur sesuai cita-cita kebangkitan nasional.
(Tim Redaksi Teras Nasional News)

Komentar
Posting Komentar